Selasa, 09 Februari 2016

DUA SYURGA DIANTARA DUA SYURGA

Allah swt berfirman di surah Ar Rahman: 46 dan seterusnya
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ
Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua syurga.

Beberapa ayat setelahnya Allah berfirman lagi
وَمِنْ دُونِهِمَا جَنَّتَانِ
Dan selain dari dua syurga itu ada dua syurga lagi (ayat 62)

Dari dua ayat ini tergambar bahwa bagi orang yang muttaqin yang takut kepada maqom Rabbnya, Allah siapkan dua surga. Sementara Allah sebutkan lagi bahwa dibawah derajat tersebut ada dua surga lagi yang Allah siapkan. Betapa rincinya Allah menyebutkan secara detail didalam surat Ar Rahman ini. Mari kita kaji bersama semoga menambah keimanan kita.

Dua surga yang Allah siapkan bagi orang yang muttaqin (pada derajat tertinggi) disebutkan sifatnya yaitu ذَوَاتَا أَفْنَانٍ (kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan) yang dimaksud disini adalah pohon yang lebat yang dari celah-celah pohon itu ada cahaya yang terpancar menembus dedaunan. Alangkah indahnya pemandangan. Adapun dari dua surga yang dibawahnya (yang kedua) Allah menyebutkan مُدْهَامَّتَانِ (kedua syurga itu kelihatan hijau tua warnanya) yaitu pohon yang sangat lebat yang tidak bisa ditembus cahaya sanking lebatnya, tentu pemandangan ini tidak lebih indah dari yang pertama.

Dua surga yang pertama Allah sebutkan فِيهِمَا عَيْنَانِ تَجْرِيَانِ (di dalam kedua syurga itu ada dua buah mata air yang mengalir/ayat 50) maksudnya mata airnya terpancar sedemikian rupa hingga airnya mengalir, sementara air yang mengalir adalah tentu lebih jernih dan lebih indah daripada air yang tidak mengalir.

Dua surga yang dibawahnya Allah sebutkan فِيهِمَا عَيْنَانِ نَضَّاخَتَانِ (di dalam kedua syurga itu ada dua buah mata air yang memancar/ayat 66) air yang memancar atau air mancur maksudnya airnya memancar sedemikian rupa akan tetapi tidak mengalir ke tempat lain, hanya disekitar itu saja. Dengan mudah orang bisa membuat air mancur di rumahnya tetapi tidak semudah orang membuat sungai yang mengalir.

Dua surga yang disiapkan bagi hamba yang muttaqin disebutkan bahwa مُتَّكِئِينَ عَلَى فُرُشٍ بَطَائِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ وَجَنَى الْجَنَّتَيْنِ دَانٍ (mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. dan buah-buahan di kedua syurga itu dapat dipetik dari dekat/ayat 54 ). Bayangkan betapa indahnya apa yang digambarkan Allah tentang permadani yang bagian dalamnya dari sutera tebal dan buah-buahan yang datang mendekat sebagaimana yang digambarkan oleh Rasulullah saw ketika beliau bersabda: ظواهرها نور يتلألأ ، والشجر يدنو من ولى الله فيها وهو مضطجعا يقطف منها جناها (dari luarnya nampak cahaya berkilauan sedangkan pepohonan mendekatkan buahnya kepada wali Allah yang berada didalamnya sementara mereka bersandar sambil memetik buahnya).

Bayangkan untuk memetik buah saja cukup sambil bersandar sementara buahnya itu datang mendekatimu tinggal kamu memilih mana yang kamu suka..., betapa indahnya ya Rabb.
Adapun dua surga yang dibawahnya, Allah sebutkan مُتَّكِئِينَ عَلَى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍ (mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah/ayat 76) disini Allah gambarkan warna hijau dari bantal yaitu yang nampak dari luar, tidak disebutkan bagian dalamnya. Sesuatu yang disebutkan hanya luarnya saja tentu tidak sama dengan sesuatu yang disebutkan detail bahwa bagian dalamnya dari sutera halus. Meskipun demikian permadani yang nampak hijau dari luarnya apakah bagian dalamnya dari sutera atau tidak disebutkan, tetap saja indah.
Dua surga yang pertama Allah sebutkan فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلا جَانٌّ (di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin/ayat 56) Qooshiroot artinya bahwa para bidadari surga itu menahan diri dan pandangannya atas kehendaknya sendiri hingga tidak tersentuh oleh apapun baik dari golongan jin maupun manusia dan ini adalah puncak dari kemuliaan.

Adapun pada dua surga yang dibawahnya حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ (Bidadari-bidadari yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah/ayat 72) kalimat Maksuuroot berbeda dengan Qoosiroot walaupun asal katanya sama. Maksuroot artinya mereka (bidadari) terjaga dan terpelihara didalam kemah-kemah mereka. Sementara Qoosiroot artinya  mereka memelihara diri atas kehendak mereka sendiri. Sungguh Rabb kita telah merinci dengan tertib dengan perbedaan yang lembut yang jika kita teliti membuat bulu roma kita berdiri.

Tentu saja bagi hamba yang bertaqwa (muttaqin) yang takut kepada Rabbnya, Allah pasti menyiapkan yang paling istimewa. Mari kita perhatikan sekali lagi. Begitu dia memasuki surgaNya langsung nampak olehnya dahan ranting dan dedaunan yang ditembusi cahaya dari celah-celahnya dari aneka macam pepohonan (bukan dari satu macam) dan diapun melihat dua mata air yang terpancar hingga airnya mengalir kemudian dia melihat buah-buahan yang indah yang diairi oleh dua mata air tadi. Pepohonan tersebut datang mendekatkan dahan dan rantingnya menawarkan buah-buahannya yang terbaik sementara dia tidak perlu bangkit untuk memetiknya cukup dengan bersandar saja. Kemudian dia menikmati kelezatan buah-buahan tersebut sambil bersandar pada permadani yang bagian dalamnya dari sutera halus, kasur yang empuk dengan sangat rileks. Sungguh kenikmatan yang sempurna... Tidak hanya sampai disitu saja. Di kasur yang empuk itu ada sosok lembut yang menemaninya yang matanya tertunduk, yang berkulit putih bersih, yang menyapa dengan tutur kata lembut, yang harum semerbak, yang menggairahkan, yang menyenangkan, yang sempurna kemuliaannya, yang tidak pernah disentuh sebelumnya oleh jin dan manusia... Luar biasa... Ya Allah alangkah bahagianya jika kami termasuk orang yang Engkau janjikan yang demikian itu.
Adapun dua surga yang dibawahnya meski tidak seindah yang diatasnya masih tetap banyak keindahan dan kenikmatan yang Allah siapkan bagi hambaNya yang beriman. Sekilas nampak sedikit saja perbedaan antara kedua derajat surga ini.

Surga yang kedua ini Allah siapkan bagi hamba yang beriman dan beramal sholeh namun boleh jadi dalam kesendiriaannya dia melakukan dosa-dosa yang dia sembunyikan kemudian dia mohon ampun kepada Allah kemudian dia melakukan dosa-dosa kecil kemudian dia mohon ampun kepada Allah. Dia adalah orang baik, orang sholeh bahkan wali Allah dalam pandangan manusia tetapi hanya Allah yang tahu  dibelakang itu masih ada hal-hal buruk yang dengan kasih sayangNya, Allah tetap merahasiakannya dari pandangan manusia.

Mari kita menjaga diri kita dan memohon kepada Allah untuk membantu kita hingga kita mampu membatasi diri kita atas kehendak kita sendiri dari semua yang dilarang Allah dan memperbanyak ibadah kita baik pada pandangan manusia maupun dalam kesendirian kita.

Mutorrif bin Sikhir, seorang ulama yang zuhud berkata: “Jika seorang hamba, sama saja yang dia nampakkan maupun yang dia sembunyikan, maka Allah swt berfirman: inilah hambaKu yang sebenarnya”.

Perhatikan pula perkataan Ibnu Qoyyim ra berikut ini: “Para ulama yang arif bijaksana telah sepakat bahwa dosa-dosa yang dilakukan dalam kesendiriaan adalah bentuk penghianatan yang tersembunyi”.

Sesungguhnya menjaga diri dari berbagai kemaksiatan adalah juga bentuk kesyukuran kita atas nikmat Allah karena kemaksiatan yang dilakukan oleh seorang hamba adalah bentuk pembangkangan dan mendustakan nikmat Allah.

Allah berfirman dalam penutup surat Ar Rahman (ayat 77-78)

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 
Maha Agung nama Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan karunia.


Semoga Allah menjadikan kita hamba yang muttaqin yang takut kepada Allah serta menjaga diri dalam kesendirian kita hingga berada pada derajat utama bagi hamba yang muttaqin yaitu mereka yang beriman kepada yang ghoib, menegakkan shalat dan senantiasa menafkahkan sebagian rizki yang dikaruniakan Allah kepadanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar