Rabu, 10 Februari 2016

RENUNGAN SUBUH (QIYAMUL LAIL) QS AL ISRAA' (17) AYAT 79-85

Firman Allah:
"dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji."
Berikut ini adalah rekaman audio Renungan Subuh yang disampaikan oleh Amir Daulah masih dalam rangka acara Mabit untuk bulan Rabiul Akhir 1437. Pembahasan yang diangkat adalah Qs. Al Isra 79 tentang Qiwamul Lail atau shalat tahajjud. Sangat bermanfaat dan penting untuk sahabat simak, semoga menambah iman dan semangat Insya Allah. Kegiatan dilaksanakan pada rabu, 24 Rabiul Akhir 1437 H/3 Februari 2016 M usai shalat subuh berjamaah di masjid PPUI Taliwang.
Silahkan dengar secara online atau download melalui link dibawah ini. 
Semoga bermanfaat.

KHILAFATUL MUSLIMIN ADALAH KHILAFAH 'ALA MINHAJIN NUBUWWAH ?

Pertanyaan :
Assalamualaikum Ustad,  didalam hadist Nabi Saw yang diriwayatkan oleh musnad Ahmad dinubuwahkan oleh Nabi Saw bahwa setelah Mulkan Jabariah maka terakhir akan kembali pada fase Khilafah ‘ala minhajuun Nubuwah.
Yang ana tanyakan, bagaimana antum bisa yakin bahwa Khilafatul Muslimin yang antum perjuangkan ini adalah Khilafah ‘ala Minhajuun Nubuwah sebagai mana yang dinubuwahkan oleh Rasulullah Saw ? Syukron dari Hamba Allah.
Jawab :
Amir Daulah
                                     Oleh Ustad Zulkifli Rahman (Amir Daulah Khilafatul Muslimin)
Wa’alaikumussalam Wr Wb, Alhamdulillahi Robbil ‘alamin semoga shalawat dan salam tercurah kepada Rasulullah Saw, dan sahabatnya serta para pengikutnya yang setia hingga akhir jaman, Aamiin.
Sahabatku hamba Allah yang dimuliakan Allah, untuk menjawab pertanyaan antum ada baiknya kita kaji sirah Nabawiyah, kita lihat kehidupan Rasulullah Saw ketika itu beliau adalah seorang gembala, dari keluarga miskin dan dianggap serba kurang dan lemah oleh orang-orang Quraisy.
Ketika turun wahyu dari Allah Swt kepada Rasulullah maka orang-orang Quraisy merasa ragu apakah benar Muhammad adalah seorang Rasul yang diutus oleh Allah Swt? Apa benar Al Qur’an yang disampaikan oleh Muhammad ini adalah wahyu dari Allah? Mereka berprasangka jangan-jangan hanya akal-akalan nya Muhammad saja.
Maka untuk menjawab semua keraguan itu Allah turunkan ayat didalam Qur’an Surat Al Baqarah ayat 23 :
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang kami wahyukan kepada hamba kami (Muhammad), buatlah[31] satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar,”
[31]  ayat Ini merupakan tantangan bagi mereka yang meragukan tentang kebenaran Al Quran itu tidak dapat ditiru walaupun dengan mengerahkan semua ahli sastera dan bahasa Karena ia merupakan wahyu dari Allah kepada nabi Muhammad s.a.w.
Ini solusi dari Allah Swt kepada orang-orang yang ragu akan kebenaran Al Qur’an yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw, Allah “tantang” mereka. Allah tahu bahwa pasti mereka tidak akan mampu membuat nya sehingga mereka sampai benar-benar yakin kepada Al Qur’an yang merupakan kebenaran dari Allah Swt.
Begitu juga tentang Khilafatul Muslimin saat ini, kita meyakini kebenaran sesuai dalil yang sangat jelas yang ada didalam nash Al Qur’an dan As Sunnah kita tawarkan kepada seluruh ummat Islam untuk segera bersatu di wadah Al Jamaah / Khilafatul Muslimin ini.
Maka ketika mereka masih meragukan akan kebenaran dari Kekhalifahan Islam yang kita perjuangkan ini maka solusinya sebagaimana keterangan ayat diatas kita “tantang” mereka apakah ada Kekhalifahan Islam yang labih baik yang telah memaklumatkan Kekhalifahan selain Khilafatul Muslimin saat ini, agar kita siap bergabung dengan mereka untuk segera bersatu dan segera menegakan syari’at Islam dibuminya Allah Swt secara kaffah.
Seharusnya ketika kita sepakat bahwa wadah bersatunya ummat Islam tidak ada “khilaf” ulama adalah dalam Kekhalifahan Islam, walaupun masih belum sempurna dan masih banyak kekurangan, sementara mereka tidak bisa memberikan solusi dan bukti bahwa ada Kekhalifahan lain yang lebih baik dari Khilafatul Muslimin, kenapa mereka tidak segera bergabung untuk bersatu di Khilafatul Muslimin lalu sama-sama kita berjuang untuk memperkuat Kekhalifahan ini.
Jangan malah “merusak Islam“ dengan membuat firqah-firqah yang tidak ada contoh nya dari Rasulullah Saw. dan diharamkan secara mutlak oleh Allah Swt  yang tentunya hanya akan menunda turunnya rahmat Allah Swt. bahkan akan turunya azab sebagaimana yang dikhabarkan oleh Nabi Saw di dalam hadist Sahih “Al Jama’atur Rahmat, Wal Firqotu azab artinya Berjama’ah itu rahmat, berpecah belah itu azab“.
Semoga ummat Islam dapat berfikir dan tidak mengedepankan egonya sehingga Allah persatukan kita didalam rahmat Nya, Amiin. Waullohu’alam Bishowab.

Selasa, 09 Februari 2016

Kabar Dari Negeri Kami


Kabar dari negeri kami.  Alhamdulillah disini masih banyak orang yang belum tahu apa itu thoghut, jangankan anak anak, orang dewasanya saja masih belum banyak yang mengerti apa saja yang membatalkan syahadatain. Alhamdulillah masih banyak lahan amal sholeh buat kami disini, karena memang belum futuh, jadi insyaAllah pahalanya berlipat lipat. Anak anak didik kami di PPUI,  alhamdulillah sudah mulai banyak yang mengerti perjuangan, semoga mereka akan menjadi penerus kekhalifahan ini dimasa mendatang.
Disini, orang dewasanya aja masih banyak yang tidak mau sholat, kalau diingatkan, ya dianggap angin lalu saja. Kalau kita agak keras sedikit mereka malah marah marah dan kita yang dianggap ekstrem. Kami untuk saat ini masih harus banyak bersabar, yang kadang harus menelan liur dengan nafas sesak di dada. Mau apa lagi, ummat ini diajak bersatu masih sulit, jadi alhamdulillah masih banyak lahan perjuangan dengan pahala besar, insyaAllah.


Allahu Akbar. Sunnatullah akan tetap terjadi. Dahulu bangsa Indonesia ngakunya mengusir penjajah dengan bambu runcing. Padahal dunia tahu, kekalahan Jepang adalah bom atom yang jatuh di Hiroshima dan Nagasaki. Namun bagaimanapun, mereka yang berjuang dengan bambu runcing tetap dapat pahala sesuai dengan niat dan kesungguhan mereka. Disini kami berharap doa mereka yang mazlum, akan diijabah Allah, disana kami berharap, doa mereka yang ribat dan sedang jihad di ma'rokah, akan diijabah Allah. Bagi sahabat kami yang sedang ribath dan sedang di ma'rokah, jangan lupa doakanlah kami.


Melihat jumlah distribusi zakat disana, yang sangat fantastis, alhamdulillah. Hati kami campur aduk antara kagum, bahagia, haru dan sedih. Sedihnya kami ketika dihadapkan pada kenyataan dinegeri kami, jangankan infak, zakat saja masih belum bisa maksimal. Jangankan mereka yang belum mengerti kekhilafan, yang sudah warga saja, masih perlu banyak pembinaan. Mungkin karena REWARD nya ndak kelihatan kali ya.  Disana, sebagaimana layaknya tempat yang sudah futuh, air bisa gratis, listriknya juga bisa gratis, pendidikan dan kesehatan gratis, alhamdulillah. Kami disini, sa' pol polan nya kami berinfak, semua masih harus bayar. Alhamdulillah kami berusaha bikin pendidikan gratis, disatu sisi, mereka yang sadar, pontang panting tuk memenuhi kebutuhan pendidikan, sementara disisi lain, masih banyak juga yang acuh tak acuh. Sebahagian warga bersedia mendedikasikan anaknya untuk dididik menjadi kader kekhalifahan, alhamdulillah meski masih ada juga yang belum bersedia. Semoga beratnya perjuangan disini sebanding juga dengan nilai pahala yang dijanjikan Allah.

Alhamdulillah, semoga semua juga faham, masing masing ada kelebihan dan kekurangan nya sendiri sendiri. Hanya saja, berada ditempat yang sudah futuh tentu jauh lebih menggiurkan daripada berada disini. Kami disini, ndak diajak juga sudah kepengen hijrah kesana, sementara mereka yang disana tentu ndak ada yang mau datang berjuang kesini. He he he. Meskipun kita kasih tahu bahwa keutamaan berjuang sebelum futuh ibarat segenggam korma dan segunung Uhud emas. Ya Allah, kuatkanlah kami semua. Aamiin

Alhamdulillah, jazakumullah khairan katsira.

DUA SYURGA DIANTARA DUA SYURGA

Allah swt berfirman di surah Ar Rahman: 46 dan seterusnya
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ
Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua syurga.

Beberapa ayat setelahnya Allah berfirman lagi
وَمِنْ دُونِهِمَا جَنَّتَانِ
Dan selain dari dua syurga itu ada dua syurga lagi (ayat 62)

Dari dua ayat ini tergambar bahwa bagi orang yang muttaqin yang takut kepada maqom Rabbnya, Allah siapkan dua surga. Sementara Allah sebutkan lagi bahwa dibawah derajat tersebut ada dua surga lagi yang Allah siapkan. Betapa rincinya Allah menyebutkan secara detail didalam surat Ar Rahman ini. Mari kita kaji bersama semoga menambah keimanan kita.

Dua surga yang Allah siapkan bagi orang yang muttaqin (pada derajat tertinggi) disebutkan sifatnya yaitu ذَوَاتَا أَفْنَانٍ (kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan) yang dimaksud disini adalah pohon yang lebat yang dari celah-celah pohon itu ada cahaya yang terpancar menembus dedaunan. Alangkah indahnya pemandangan. Adapun dari dua surga yang dibawahnya (yang kedua) Allah menyebutkan مُدْهَامَّتَانِ (kedua syurga itu kelihatan hijau tua warnanya) yaitu pohon yang sangat lebat yang tidak bisa ditembus cahaya sanking lebatnya, tentu pemandangan ini tidak lebih indah dari yang pertama.

Dua surga yang pertama Allah sebutkan فِيهِمَا عَيْنَانِ تَجْرِيَانِ (di dalam kedua syurga itu ada dua buah mata air yang mengalir/ayat 50) maksudnya mata airnya terpancar sedemikian rupa hingga airnya mengalir, sementara air yang mengalir adalah tentu lebih jernih dan lebih indah daripada air yang tidak mengalir.

Dua surga yang dibawahnya Allah sebutkan فِيهِمَا عَيْنَانِ نَضَّاخَتَانِ (di dalam kedua syurga itu ada dua buah mata air yang memancar/ayat 66) air yang memancar atau air mancur maksudnya airnya memancar sedemikian rupa akan tetapi tidak mengalir ke tempat lain, hanya disekitar itu saja. Dengan mudah orang bisa membuat air mancur di rumahnya tetapi tidak semudah orang membuat sungai yang mengalir.

Dua surga yang disiapkan bagi hamba yang muttaqin disebutkan bahwa مُتَّكِئِينَ عَلَى فُرُشٍ بَطَائِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ وَجَنَى الْجَنَّتَيْنِ دَانٍ (mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. dan buah-buahan di kedua syurga itu dapat dipetik dari dekat/ayat 54 ). Bayangkan betapa indahnya apa yang digambarkan Allah tentang permadani yang bagian dalamnya dari sutera tebal dan buah-buahan yang datang mendekat sebagaimana yang digambarkan oleh Rasulullah saw ketika beliau bersabda: ظواهرها نور يتلألأ ، والشجر يدنو من ولى الله فيها وهو مضطجعا يقطف منها جناها (dari luarnya nampak cahaya berkilauan sedangkan pepohonan mendekatkan buahnya kepada wali Allah yang berada didalamnya sementara mereka bersandar sambil memetik buahnya).

Bayangkan untuk memetik buah saja cukup sambil bersandar sementara buahnya itu datang mendekatimu tinggal kamu memilih mana yang kamu suka..., betapa indahnya ya Rabb.
Adapun dua surga yang dibawahnya, Allah sebutkan مُتَّكِئِينَ عَلَى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍ (mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah/ayat 76) disini Allah gambarkan warna hijau dari bantal yaitu yang nampak dari luar, tidak disebutkan bagian dalamnya. Sesuatu yang disebutkan hanya luarnya saja tentu tidak sama dengan sesuatu yang disebutkan detail bahwa bagian dalamnya dari sutera halus. Meskipun demikian permadani yang nampak hijau dari luarnya apakah bagian dalamnya dari sutera atau tidak disebutkan, tetap saja indah.
Dua surga yang pertama Allah sebutkan فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلا جَانٌّ (di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin/ayat 56) Qooshiroot artinya bahwa para bidadari surga itu menahan diri dan pandangannya atas kehendaknya sendiri hingga tidak tersentuh oleh apapun baik dari golongan jin maupun manusia dan ini adalah puncak dari kemuliaan.

Adapun pada dua surga yang dibawahnya حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ (Bidadari-bidadari yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah/ayat 72) kalimat Maksuuroot berbeda dengan Qoosiroot walaupun asal katanya sama. Maksuroot artinya mereka (bidadari) terjaga dan terpelihara didalam kemah-kemah mereka. Sementara Qoosiroot artinya  mereka memelihara diri atas kehendak mereka sendiri. Sungguh Rabb kita telah merinci dengan tertib dengan perbedaan yang lembut yang jika kita teliti membuat bulu roma kita berdiri.

Tentu saja bagi hamba yang bertaqwa (muttaqin) yang takut kepada Rabbnya, Allah pasti menyiapkan yang paling istimewa. Mari kita perhatikan sekali lagi. Begitu dia memasuki surgaNya langsung nampak olehnya dahan ranting dan dedaunan yang ditembusi cahaya dari celah-celahnya dari aneka macam pepohonan (bukan dari satu macam) dan diapun melihat dua mata air yang terpancar hingga airnya mengalir kemudian dia melihat buah-buahan yang indah yang diairi oleh dua mata air tadi. Pepohonan tersebut datang mendekatkan dahan dan rantingnya menawarkan buah-buahannya yang terbaik sementara dia tidak perlu bangkit untuk memetiknya cukup dengan bersandar saja. Kemudian dia menikmati kelezatan buah-buahan tersebut sambil bersandar pada permadani yang bagian dalamnya dari sutera halus, kasur yang empuk dengan sangat rileks. Sungguh kenikmatan yang sempurna... Tidak hanya sampai disitu saja. Di kasur yang empuk itu ada sosok lembut yang menemaninya yang matanya tertunduk, yang berkulit putih bersih, yang menyapa dengan tutur kata lembut, yang harum semerbak, yang menggairahkan, yang menyenangkan, yang sempurna kemuliaannya, yang tidak pernah disentuh sebelumnya oleh jin dan manusia... Luar biasa... Ya Allah alangkah bahagianya jika kami termasuk orang yang Engkau janjikan yang demikian itu.
Adapun dua surga yang dibawahnya meski tidak seindah yang diatasnya masih tetap banyak keindahan dan kenikmatan yang Allah siapkan bagi hambaNya yang beriman. Sekilas nampak sedikit saja perbedaan antara kedua derajat surga ini.

Surga yang kedua ini Allah siapkan bagi hamba yang beriman dan beramal sholeh namun boleh jadi dalam kesendiriaannya dia melakukan dosa-dosa yang dia sembunyikan kemudian dia mohon ampun kepada Allah kemudian dia melakukan dosa-dosa kecil kemudian dia mohon ampun kepada Allah. Dia adalah orang baik, orang sholeh bahkan wali Allah dalam pandangan manusia tetapi hanya Allah yang tahu  dibelakang itu masih ada hal-hal buruk yang dengan kasih sayangNya, Allah tetap merahasiakannya dari pandangan manusia.

Mari kita menjaga diri kita dan memohon kepada Allah untuk membantu kita hingga kita mampu membatasi diri kita atas kehendak kita sendiri dari semua yang dilarang Allah dan memperbanyak ibadah kita baik pada pandangan manusia maupun dalam kesendirian kita.

Mutorrif bin Sikhir, seorang ulama yang zuhud berkata: “Jika seorang hamba, sama saja yang dia nampakkan maupun yang dia sembunyikan, maka Allah swt berfirman: inilah hambaKu yang sebenarnya”.

Perhatikan pula perkataan Ibnu Qoyyim ra berikut ini: “Para ulama yang arif bijaksana telah sepakat bahwa dosa-dosa yang dilakukan dalam kesendiriaan adalah bentuk penghianatan yang tersembunyi”.

Sesungguhnya menjaga diri dari berbagai kemaksiatan adalah juga bentuk kesyukuran kita atas nikmat Allah karena kemaksiatan yang dilakukan oleh seorang hamba adalah bentuk pembangkangan dan mendustakan nikmat Allah.

Allah berfirman dalam penutup surat Ar Rahman (ayat 77-78)

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 
Maha Agung nama Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan karunia.


Semoga Allah menjadikan kita hamba yang muttaqin yang takut kepada Allah serta menjaga diri dalam kesendirian kita hingga berada pada derajat utama bagi hamba yang muttaqin yaitu mereka yang beriman kepada yang ghoib, menegakkan shalat dan senantiasa menafkahkan sebagian rizki yang dikaruniakan Allah kepadanya.